Sekarang ini, teknologi makin maju aja dan semua orang pun mengikuti perkembangannya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Blackberry (BB). Meskipun bukan barang baru, namun handphone pintar ini bener-bener menarik minat banyak orang. Saya masih ingat empat tahun lalu, Jo, suami saya mulai menggunakan BB dan waktu itu penggunanya masih tergolong sedikit tetapi hari ini, wow….hampir semua orang menggenggam BB di tangannya, bahkan anak-anak SD pun sudah menggunakannya.
Awalnya, saya juga tidak terlalu tertarik untuk menggunakan BB. Alasannya, saya sudah cukup sibuk dengan 3 nomor HP yang saya gunakan dan saya merasa nyaman dengan handphone yang saya gunakan sehingga saya tidak siap untuk menambah kesibukan baru. Saya udah ngebayangin, waduh kalo pake BB, pesan melalui BBM pasti lebih banyak dari mulai yang penting sampai yang nggak penting, ngobrol, chatting…waduh…ngebayanginnya aja udah capek, capek balasnya maksudnya….hehehe…Ntar nggak segera dibalas dibilang sombong, dibalas cepat juga belum tentu bisa. waduh, setidaknya itulah “kesibukan-kesibukan” baru yang sudah ada di bayangan saya sehingga saya merasa belum siap pake BB.
Akibat desakan teman-teman dan banyak pihak yang berhubungan kerja dengan saya, akhirnya awal tahun ini saya memutuskan untuk menggunakan BB, meskipun rada dengan setengah hati. Yah sudahlah, mungkin ini udah tuntutan jaman kali ya…Dan benar, apa yang saya bayangkan semuanya terjadi. Begitu teman-teman tahu saya sudah mengaktifkan handphone pintar ini, kesibukan baru pun dimulai….
Meskipun jari-jari saya mulai sibuk membalas BBM dan SMS, ternyata lama-kelamaan saya juga merasakan banyak manfaat ketika saya menggunakan BB. Saya bisa mengirim email dengan cepat, kirim gambar, update status di Facebook, Twitter dan bisa browsing pula. Dan ternyata itu juga banyak membantu saya menyelesaikan tugas dan pekerjaan saya. Wow…betul-betul handphone yang pintar. Wah jadinya rada nyesel juga ya kenapa nggak pakai dari dulu….hehehe….
Selain itu, saya merasakan ada manfaat lainnya juga. Saya sering mendapatkan BBM dari teman-teman berupa artikel-artikel yang bagus berupa tips, renungan, kata-kata hikmat atau sekadar humor-humor segar penghilang penat. Biasanya, setelah saya mendapat BBM tentang artikel-artikel tersebut, saya tak sempat langsung membacanya. Malam hari, kalo udah ada waktu senggang, baru saya akan membacanya. Kalo artikelnya bagus (menurut saya artikel yang bagus itu yang bisa memberikan ide, membuat saya terinspirasi, menambah semangat, menjadi bahan perenungan atau yang membuat saya terharu, manggut-manggut, tersenyum dan tertawa lepas….hehehe…tentu saja ini versi saya lho), saya akan segera copy dan segera memindahkannya ke catatan.
Ternyata artikel-artikel yang masuk banyak juga yang bagus. Kalo yang nggak bagus mah, saya nggak ragu untuk tidak menyimpannya atau men-delete nya. Nah, waktu membaca ulang artikel-artikel yang telah tersimpan itulah, tiba-tiba muncul ide untuk membaginya di blog ini. Mungkin Anda sudah pernah menerima dan membaca artikel yang sama. Bagi yang belum pernah menerima dan membacanya, siapa tahu artikel ini bisa memperbanyak atau melengkapi artikel yang Anda punya. Siapa tahu, melalui artikel-artikel yang saya terima melalui BBM ini bisa menginspirasi Anda juga. Mari kita mulai intip BBM ku yuuuuk…..
——————————– 3 KATA AJAIB ——————————————————–
Kisah di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun.Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yg telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.
Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “TOLONG”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “MAAF”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “TERIMA KASIH” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak. Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan merestui jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.”
Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.
Tiga kata “TERIMA KASIH, MAAF, dan TOLONG” adalah kalimat pendek yg sangat sederhana tapi mempunyai dampak yang positif. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri!