Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mau tak mau, kita wajib memperhatikannya dengan sesrius. Karena….hari gini, kalau sakit, wah berat di ongkos. Sekarang mah biaya sakit mahal. Ya kalau pas sakit, kita ada duit. Lha kalau nggak, maka perut pun bisa melilit.
Karena itu, kita perlu menjaga kesehatan dengan baik, dengan makan minum teratur dan olahraga seimbang. Selain itu, ada hal yang perlu juga kita lakukan untuk mengetahui kesehatan tubuh kita dengan…CHECK UP!
Ketika saya melakukan check up beberapa waktu yang lalu (ini yang kedua kalinya), beberapa orang sempat mempertanyakan apa yang saya lakukan. “Lho, masih muda kok check up.” atau “Ada keluhan apa?, kok pakai check up segala.” bahkan mungkin ada juga yang bilang, “Wah masih muda, kok penyakitan.” Gubrakk deh….hehehe….
Sebenarnya yang namanya check up bukan hanya untuk orang tua atau yang penyakitan aja. Meskipun tak ada keluhan penyakit, saya mengambil langkah untuk check up. Ini lebih bertujuan kepada sebuah usaha pencegahan. Lebih baik mengetahui tingkat kesehatan kita dan jika ditemukan adanya potensi penyakit, maka bisa segera mengambil tindakan secepat mungkin.
Namun sayangnya banyak orang yang justru takut dengan yang namanya “CHEK UP”. Banyak orang justru takut ketahuan penyakitnya. Lho? Ya, setidaknya itulah pengakuan beberapa orang kepada saya. Jika ketahuan penyakitnya, maka mereka harus menjalani serangkaian pengobatan yang memakan biaya. Tentu saja itu pola pikir yang keliru. Karena akan jauh lebih baik penyakit terdeteksi sedini mungkin daripada sudah parah, tergeletak di rumah sakit dan tentu saja biayanya berkali lipat lebih mahal.
Hayo…pilih yang mana dong?
Nah, bersyukur karena check up hari itu, ketika hasilnya keluar, maka ditemukan tingkat asam urat yang ada di dalam tubuh saya cukup tinggi dan dokter menyarakankan supaya menghindari beberapa jenis makanan seperti kacang, jeroan, dan lebih banyak minum air putih, eh bukan, yang betul air bening….hehehehe….Padahal kalau saya pikir-pikir makan kacang dan jeroan hampir nggak pernah, tapi kok bisa ada asam urat ya…bingung deh. Tapi ya sudahlah, yang penting potensi penyakit sudah terdeteksi dan kini saatnya mengambil langkah mengantisipasi. Dokter memberikan beberapa obat yang perlu dikonsumsi dan jika rutin dikonsumsi dalam 1 mingguan, maka asam urat pun harus rela meninggalkan tubuh saya. Mantap…..
So, think about this…Tindakan pencegahan membutuhkan investasi yang sangat kecil alias biayanya jauh lebih murah meriah daripada sudah terlanjut sakit parah yang membutuhkan biaya yang selangit. Ingat! MENCEGAH akan jauh lebih baik daripada MENGOBATI!